Kopi Pagi Edisi Januari, Masih Pekan Ke 2.


17/365.

Halaman ke tujuh belas, dari tiga ratus enam puluh lima .

Selamat pagi.

Alhamdulillah untuk matahari yang masih bisa kita nikmati.

Alhamdulillah untuk nafas yang masih Allah titip.

Alhamdulillah untuk kesehatan,

Alhamdulillah untuk segalanya.


Selamat pagi.

Malam-malam penuh pikiran, berlalu kembali.

Tangis, keresahan, kesedihan, semua terkumpul saat hari sudah gelap.

Dan-- kita berhasil melewatinya.

Lihatlah, subuh dengan keindahannya,

fajar dengan keagungannya.

Bisakah kita ambil pelajaran dari pergantiannya?

Malam kelam, digantikan pagi yang indah.

Pun sama, sesuram apapun hidup yang sedang kita hadapi sekarang, esok nanti pasti akan menemui terangnya.

Selamat pagi.

Hidup ini bukan soal matematika, teman. Kita tidak bisa menghitungnya dengan rumus-rumus manusia. Kehidupan adalah takdir, yang setiap jalannya sudah diatur oleh Nya Allah sang maha al-muqtadir.Sebabnya, jalani mari jalani hidup sesuai aturan-aturan yang telah ditetapkan Nya.

Jangan dilanggar, jangan dicampurkan adukkan. Taat, maka selamat.

Tersenyumlah, walau semua hal tidak berjalan indah seperti yang kau lukiskan.

Tersenyumlah, walau hal-hal yang menurutmu baik tidak berjalan apik.

Bila hari ini berjalan tidak seperti yang diingini, maka yakinilah bahwa Allah adalah sebaik-baik perencana, yang tidak pernah menguji kecuali sesuai kesanggupan kita.



Selamat pagi, hiduplah dengan sangat baik.

Selamat pagi, puisiku berhenti disini.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url