Pertanyaan di Ujung Senja

Pertanyaan di Ujung Senja

20/ 365.

Masih bersama januari, belum bersamamu: heheh.

Kamu disana sedang apa? saya disini sedang menatap langit jingga, dengan kepala berisik bertanya-tanya: apakah kamu kadang-kadang memikirkan saya? hehe.

Baiklah, dua paragraf pertama diakhiri hehe: mari kita lebih serius di paragraf ini. Jadi, mana yang lebih melelahkan: kaki yang terus melangkah atau hati yang terus berharap?

Jawaban versi saya adalah: Tergantung.

(IYAH, KOK TERGANTUNG?)

.........

Tunggu, jangan ngegas dulu. Kalem.

Iya tergantung. Tergantung kepada siapa dan kemana arah sandarannya. Kalau kaki melangkah karena makhluk, maka lelah akan mendera kita, tidak berujung. Meski istirahat sekalipun: itu tetap melelahkan.
Namun, jika karena Allah: kemana saja kaki melangkah, meski lelah, itu terarah. Membawa kebahagiaan, ketenangan sejati.

Begitu juga hati, selama sandaran harapan adalah makhluk: maka itu akan sangat melelahkan. Mengecewakan. Menyakitkan. Maka semoga kita bisa mengendalikan rasa harap kepada makhluk, sewajarnya saja. Apapun jenis harapan kepada makhluk, biasa saja. Diingat!

Sebaliknya, jika hati disandarkan harap kepada Allah, maka sesungguhnya ia tidak akan lelah. Ia tidak akan kehilangan arah. Selalu tentram dalam penjagaan Nya.

Demikian secuil tulisan hamba fakir ini, sekira bermanfaat boleh dibagikan teman-teman. Sampai jumpa di tulisan selanjutnya :)
Next Post Previous Post
1 Comments
  • Unknown
    Unknown 24 February 2022 at 17:20

    Senja mengigat kan seberapa banyak waktu tersia-siakan hanya demi dunia yang sesaat

Add Comment
comment url