Era Digital: Tips Menjadi Nasabah Bijak

Era Digital: Tips Menjadi Nasabah Bijak

Nabastala.com - Perkembangan dunia teknologi membawa banyak kemudahan dalam aspek aktivitas hidup manusia, salah satunya aktivitas keuangan yang sudah dapat dilakukan secara online, mulai dari transaksi perbankan, transfer saldo, sampai pengiriman uang lintas negara.

Namun, layaknya pisau bermata dua, perkembangan dunia teknologi juga membawa dampak negatif yaitu terjadinya penipuan online.

Ada banyak jenis penipuan online, diantaranya:

  • Skimming yaitu menggandakan data nasabah melalui mesin atm menggunakan alat skimmer.
  • Phising, yaitu penggandaan data nasabah melalui internet banking, sms, serta penyebaran link palsu. One time password yaitu menyedot dana nasabah melalui sejumlah situs jual beli.
  • Vishing, yaitu pelaku menghubungi korban melalui telepon dan mengaku dari pihak bank.
  • Sim swap yaitu pencurian data yang mengambil alih nomor hape untuk mengakses akun perbankan korban.

Menurut laporan Kepolisian Rebuplik Indonesia (Polri) pada september 2020, tindakan kejahatan siber yang banyak dilaporkan adalah penipuan online yaitu sebanyak 28,7 persen. Terhitung dari 2016 sampai 2020, terdapat total 7.047 pengaduan kasus penipuan online.

Angka-angka tersebut adalah data yang dilaporkan, kemungkinan ada banyak lagi penipuan yang tidak masuk laporan, yang pastinya harus segera ditangani secara bersama-sama untuk memberantas kejahatan penipuan online.

Melihat data-data dan fakta, maka betapa pentingnya kita menjadi nasabah bijak untuk menghindarkan diri terhadap bentuk-bentuk penipuan online.

Selain menghindarkan diri terhadap penipuan online, nasabah bijak juga berperan sebagai agen perubahan, menjadi penyuluh digital dalam memberantas kejahatan siber yang terjadi di dunia digital.

Lalu, apa saja tips untuk menjadi nasabah bijak?

Yuk simak beberapa tips dibawah ini!

1. Jangan Sembarang Berikan Data

Tips pertama untuk menjadi nasabah bijak adalah jangan sekali-kali memberikan data transaksi pribadi kepada siapapun. Seperti pin, password, username, kode one top password (OTP) , nama ibu kandung, dan lain sebagainya.

2. Abaikan Telpon yang Tidak Jelas

Tips kedua adalah tidak sembarang mengangkat telpon. Apalagi telepon yang mengatasnamakan bank yang menawarkan hadiah atau iming-iming undian.

Ingat! Tidak mungkin kita mendapat hadiah atau undian kecuali jika memang kita pernah mendaftarkan diri dalam undian seperti give away, dan undian berhadiah lainnya.

3. Teliti Sebelum Klik!

Tips ketiga adalah meneliti terlebih dahulu link-link yang kita terima baik melalui pesan singkat, whatsapp, telegram, jangan sembarang di klik, karena itu adalah trik penipu online yang mengelabui target pencurian data pribadi dan informasi sensitif lainnya.

4. Tidak Sembarang Posting

Tips keempat adalah tidak sembarang posting hal-hal pribadi di media sosial. Seperti tanggal lahir, nama gadis ibu kandung, nomor NIK, foto KTP, karena selain hal tersebut tidak membawa manfaat juga dapat mengakibatkan data kita tercuri. Waspadalah!

5. Bijak Memilah Informasi

Tips kelima adalah jangan asal menyerap informasi, namun pintarlah memilah mana yang harus dibaca mana yang harus diabaikan. Apalagi jika informasi tersebut ingin dibagikan, maka cek ricek dulu kebenaran informasi serta sumber informasi tersebut harus jelas.

6. Tebarkan Informasi yang Baik

Tips keenam adalah menebar informasi yang baik dan jelas sumbernya. Karena informasi baik yang dibagikan akan bermanfaat untuk menghindarkan orang lain dari penipuan.

7. Tidak Pelit Ilmu

Tips ketujuh adalah saling berbagi ilmu, khususnya ilmu literasi keuangan. Karena berbagi ilmu adalah sebuah sikap terpuji yang manfaatnya luar biasa. Baik untuk diri sendiri, maupun untuk orang lain.

8. Cerdas Transaksi Digital

Tips kedelapan adalah berhati-hati dalam bertransaksi digital. Gunakan fitur-fitur keamanan yang telah disediakan oleh bank sebagai langkah preventif untuk menghindari kejahatan.

9. Hindari Berurusan dengan Layanan Keuangan Tidak Resmi

Tips kesembilan adalah tidak berurusan dengan layanan keuangan tidak resmi. Misalnya jasa keuangan yang tidak diawasi oleh jasa otoritas keuangan atau lembaga penjamin simpanan resmi.

10. Ikuti Akun Resmi Bank yang Bersangkutan

Tips kesepuluh adalah mengikuti media-media resmi dari bank yang bersangkutan. Misalnya bank BRI memiliki akun resmi di instagram @bankbri_id

Itulah beberapa tips untuk menjadi nasabah bijak, semoga bermanfaat.

Mari kita terus waspadai penipuan penipuan online karena sesungguhnya penipuan online sangat merugikan. Waspadailah, waspadailah!


Keyword: Nasabah Bijak, Penyuluh Digital, BRI

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url