Pelajaran Kisah: Nabi Musa dan Nabi Khidir Part II

Nabastala.com - Adalah sore yang hangat. Hari-hari terlalu berat untuk dikeluhkan, atau hidup terlalu rumit untuk dijalankan. Hari-hari berjalan cepat, dari jumat ke jumat. Lantas, kepala kita memunculkan tanya: akankah kita memperoleh surgaNya? Surga yang didalamnya terdapat sungai-sungai yang menyejukkan, surga dimana banyak buah-buahan yang tinggai kita pilih, syurga dimana kita bersantai dengan nikmat yang terus Allah cucurkan, syurga dimana Allah hanya menjanjikan kepada yang layak.lantas, layakkah kita? Lantas apakah sudah kita berlomba-lomba mendapatkannya? Tidakkah kita ingin layak?

Adalah petang yang tumbang dengan matahari sorenya. Langit bersinar indah diatas sana, membuat perasaan kita menghangat, sungguh keindahan yang dicipta Allah begitu nikmat. Mata, tangan, kaki, dan anggota lain yang lengkap, sudahkah kita bersyukur? Sudahkah kita memuji nikmat Nya? Sudahkah kita paham bahwa Allah begitu sayang kepada kita?

Adalah kita yang berjauhan, dipisahkan jarak, dispasikan waktu. Namun, semoga doa-doa terus melangit, semoga hati kita terus mendekat. Sore ini, bacalah lanjutan kisah perjalanan Nabi Musa dan Nabi khidir, kelanjutan dari jumat sebelumnya. Jika jumat kemarin belum sempat dibaca, linknya ada disini

Dan, inilah kelanjutan kisahnya, apakah kamu menunggunya? Hehe

Kejadian kedua yang membuat Nabi Musa Protes kepada Nabi Khidir adalah: Nabi Khidir membunuh anak kecil yang baru saja ditemuinya. “Kenapa kamu membunuhnya, sungguh kamu telah melakukan suatu hal yang mungkar!”

Di ayat 80-81 alasan mengapa Nabi Khidir membunuh anak tersebut dapat kita temuai. Alasannya adalah anak tersebut merupakan anak yang terlalu nakal sehingga dikhawatirkan dapat mendorong kedua orangtuanya kepada kesesatan, padahal orangtua si anak merupakan mukmin yang taat. Allah akan ganti dengan anak yang lebih suci dan sholeh.

Apa hikmah dari kisah kedua ini? maka boleh jadi Allah mengambil sesuatu dari kita, karena Allah ingin menggantinya dengan sesuatu yang lebih baik. Karena untuk kita yang sedang kehilangan, yakinlah bahwa Allah ingin mengganti sesuatu yang lebih baik.

Semoga kita memahami dan menerimanya dengan hati yang luas.

Demikian, kisah di jumat ini, jika panjang umur, jumat depan kita lanjutkan kembali. Semoga AllAH Senantiasa menjaga kita. Sehat-sehat.

Jumat baik, jangan lupa alkahfi ya!

Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url