Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mahkota Perempuan adalah Rasa Malu



Malu merupakan akhlak terpuji yang semestinya ada pada diri laki-laki dan sebuah fitrah yang seharusnya menjadi karakter dalam diri seorang wanita. Imam Annawawi dalam kitab beliau Riyadhush Shalihin menulis bahwa para ulama pernah berkata, “Hakikat dari malu adalah akhlak yang muncul dalam diri untuk meninggalkan keburukan, mencegah diri dari kelalaian serta tidak melakukan penyimpangan terhadap hak orang lain.

Perempuan dan Sifat Malunya

الحياء هو الرداء الذهبي الذي اوجبه الله للمرأة للحفاظ على كرامتها."

"Sifat malu adalah jubah emas yang diwajibkan oleh Allah untuk seorang wanita dalam menjaga kehormatannya

Malunya seorang perempuan adalah jubah emas untuk menjaga kehormatannya. Malunya perempuan adalah mahkota bagi dirinya. Semakin ia malu maka semakin tinggilah kehormatannya, semakin terjaga kesucian yang melekat padanya. Sesungguhnya Allah menciptakan wanita layaknya sebuah perhiasan dunia. Perhiasan yang sungguh mahal nilainya. Perhiasan yang seharusnya tidak sembarang terjamah dan dapat dimiliki semua orang. Lalu, malu yang bagaimana yang dimaksud? tentu saja bukan menjadi perempuan pemalu. Melainkan malu melakukan hal-hal yang menjatuhkan marwah perempuan. Misalnya tidak menjaga aurat, berperangai kasar, berbicara hal-hal kotor, tidak membatasi pergaulannya dengan laki-laki yang tidak halal baginya.

Sifat malu akan mempertegas identitas diri seorang perempuan. Perempuan dengan rasa malu akan mampu menempatkan diri secara proporsional. Seperti diriwayatkan oleh Bukhari dari Busyair bin Ka’ab, Rasulullah SAW pernah bersabda, “Telah tertulis dalam takdir, sesungguhnya terdapat kemuliaan dalam sebagian sifat malu dan kedewasaan di bagian lainnya. Dan, bagi seorang istri sifat malu akan menambah kecintaan kepada suami.

Begitu pentingnya perempuan memiliki rasa malu sehingga perlu ditanamkan sejak usia dini. Yaitu dengan cara :

1. Tanamkan keimanan dalam pribadi anak-anak perempuan. Keimanan melebihi segalanya. Iman akan menuntun seorang hamba untuk memiliki rasa malu. Iman adalah pondasi utama, maka tanamkanlah.

2. Berikan pendidikan yang kondusif, paling tidak di level mendasar dan utama, yaitu di keluarga. Para orang tua berkewajiban memberikan pemahaman yang memadai perihal pentingnya rasa malu bagi anak perempuan mereka.
3. Berikan suri teladan yang baik. Keteladanan memancing simpati dan ketertarikan. Berapa banyak pendidikan gagal lantaran nihil keteladanan. Ingin anak-anak perempuan Anda malu, maka jadilah anda contohnya.



Nova Mulyasari Jaihas
Nova Mulyasari Jaihas Pengagum Kata yang Sedang Belajar Menulis dan Mencintai

Posting Komentar untuk "Mahkota Perempuan adalah Rasa Malu"