Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tentang Januari dan Menanti



Adalah januari bulan pertama dari dua belas bulan yang berjalan. Bukan kabar buruk bila sampai hari ini kamu masih menunggu seseorang yang akan melengkapimu. Bukan sebuah aib pula jika teman-teman sudah pada duluan menemukan. Layaknya sama-sama menunggu bus, kamu tidak mungkin naik bus yang menuju Banda Aceh jika berniat ingin ke medan, bukan?

Adalah januari yang ganjil dengan tanggal tiga puluh satunya. Bukan masalah bila harus sendiri dulu dengan menjaga apa-apa yang seharusnya dijaga. Janji Allah jangan kamu ragu, bahwa Allah akan satukan yang baik dengan yang baik. Bersabarlah dengan cara terbaik, sabar yang indah, sabar yang akan mendulang pahala, sabar yang akan berakhir syurga.

Adalah januari dengan kisah-kisahnya. Kepada hati yang masih dalam tanda tanya siapa, kepada hati yang menanti dia, maka tidak apa-apa. Menantilah dengan cara terbaik. Dengan memperbanyak ilmu, membuat karya, membangun persahabatan yang indah, hingga kelak seseorang itu datang dalam versi terbaik menjemputmu. Jangan lagi ragu, sungguh janji Allah tidak ada yang palsu.

Adalah januari yang sudah sampai di pekan akhirnya. Tulisan ini juga akan berakhir di paragraf ini. Penulis akan berbagi amalan sebuah doa untuk yang sedang menanti jodoh; berikut doanya:


رَبِّ لَا تَذَرْنِيْ فَرْدًا وَّاَنْتَ خَيْرُ الْوٰرِثِيْنَ 

"Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan aku hidup seorang diri (tanpa keturunan) dan Engkaulah ahli waris yang terbaik.""

Diamalin setiap abis sholat, semoga Allah mudahkan.

Salam Nabastala,
yang insyaa Allah selalu mencintai kata.


Nova Mulyasari Jaihas
Nova Mulyasari Jaihas Pengagum Kata yang Sedang Belajar Menulis dan Mencintai

Posting Komentar untuk "Tentang Januari dan Menanti"